ISO 9001:2008   fb twitter youtube Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang  
 
   
   
BERITA
 
 
Kunjungan TK ABA IV di Perpustakaan Umum Kota Malang
 Senin, 15 Maret 2010, sesuai agenda rutin kunjungan sekolah ke Perpustakaan, kali ini yang berkunjung adalah TK ABA IV dan TK Muslimat 15. Secara bergantian, dimulai dari TK ABA, rombongan TK ini dipandu mengenal Perpustakaan, termasuk mendengarkan cerita dan dongeng yang dibawakan Pak Aziz.
Kunjungan sekolah merupakan agenda rutin yang dilaksanakan Perpustakaan Umum Kota Malang, yang bertujuan mengenalkan apa itu Perpustakaan kepada murid-murid sekolah, mulai dari Kelompok Bermain (Playgroup), Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Karena banyaknya peminat, maka kunjungan dibatasi maksimal 2 (dua) sekolah setiap harinya. Perpustakaan menyiapkan pemandu kunjungan dan pendongeng bagi Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak.
Bagi sekolah yang belum pernah mengadakan kunjungan dan berminat, bisa menghubungi Sub.Bag. Tata Usaha Perpustakaan Umum Kota Malang pada hari kerja untuk mendapatkan informasi prosedur kunjungan.


Penyegaran Ruang Sirkulasi Perpustakaan Umum Kota Malang
 Ruang Sirkulasi Umum di Perpustakaan Umum Kota Malang berbenah. Kursi dan meja baca ditambah, sedangkan rak majalah bergeser ke sebelah utara. Penataan meja baca ini berkonsep cafe, yang lebih santai, shingga diharapkan pemustaka dan pengguna Perpustakaan bisa lebih rileks dan nyaman menikmati layanan Perpustakaan, baik itu fasilitas baca di tempat maupun free hotspot. Selamat memanfaatkan layanan kami.


Layanan Hotspot Area di Perpustakaan Umum Kota Malang ditambah
 Perpustakaan Kota Malang kembali melengkapi layanan bagi pemustaka dengan menambah fasilitas hotspot area di lantai 1 dan 2.
Bekerjasama dengan salah satu operator selular GSM di kota Malang,telah dipasang saluran WiFi di Perpustakaan.
Sebanyak 2 Access Point dipasang di Lantai 2 ruang Sirkulasi Umum, dan 2 Access Point dipasang di Lantai 1 Lobby Perpustakaan.
Sementara ini, untuk hotspot area di Lantai 2 sudah free access, jadi tidak dikenakan biaya sama sekali, sedangkan untuk hotspot area di Lobby lantai 1, akan diberlakukan sistem voucher.

Pengguna WiFi dengan laptop masing-masing dapat mengakses internet dengan nyaman dan gratis.
Selamat memanfaatkan layanan internet gratis dengan bertanggung jawab.


Hari Ibu di Perpustakaan Umum
 22 Desember 2009, bertempat di Lantai 1 Kantor Perpustakaan Umum Kota Malang, diselenggarakan seminar bertemakan Tantangan Perempuan untuk perubahan “Pesan Menuju Kebaikan”. Dengan bekerjasama dengan HMI Komisariat FISIP UMM seminar ini memang didedikasikan untuk memperingati Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya. Setiap dari kita, pastinya lahir dari rahim seorang ibu yang tentunya akan membesarkan setiap anaknya dengan penuh kasih sayang dengan harapan kelak menjadi manusia yang berguna. Sudah selayaknya sosok seorang ibu menjadi bagian yang penting dari hidup kita. Dengan menghadirkan pembicara yaitu Suciwati (Aktivis HAM) istri dari alm. Munir yang penyebab kematiannya masih menjadi suatu misteri di negeri ini, serta Salma Safitri seorang aktivis perempuan yang getol menyuarakan aspirasi bagi kaumnya.
Dalam salah satu komentarnya, Suciwati merasa miris melihat masih adanya diskriminasi negara ataupun masyarakat terhadap kaum perempuan, padahal kontribusi perempuan terhadap bangsa ini juga cukup besar. Di Hari Ibu ini, adalah saat yang tepat untuk membuat suatu perubahan yang lebih baik terhadap kesetaraan perempuan dengan laki-laki.


“Soe Hok-Gie” ke Perpus Kota Malang
 Bagi penggemar “Sang Pemimpi”, sebuah sekuel dari Laskar Pelangi yang saat ini sedang tayang di bioskop-bioskop negeri ini, para pemeran utamanya sedang berdatangan ke Kota Malang. Siapa yang tidak kenal dengan Mira Lesmana, Riri Reza dan Nicholas Saputra minus Andrea Hirata yang nota bene adalah orang-orang yang membidani lahirnya film tersebut.
Jum’at sore, 18 Desember 2009 Kantor Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang punya gawe besar. Bekerja sama dengan KPG, Universitas Indonesia, ILUNI, Kompas dan didukung oleh Djarum menyelenggarakan Bedah Buku “Soe Hok-Gie…Sekali Lagi”. Dengan didukung pemeran lakon Gie dalam sebuah film yang berjudul sama garapan Riri Reza-Mira Lesmana serta dengan mendatangkan Survivor musibah 16 Desember 1969 tersebut yang seorang anggota Pecinta Alam dari Malang. Acara yang dihelat secara gratis dan bertempat di Aula Lantai III Gedung Kantor Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang mendapatkan apresiasi yang sangat luar biasa dari masyarakat. Lebih dari 400 orang mendatangi bedah buku tersebut, hal ini melampaui perkiraan panitia yang hanya menyebar undangan tidak lebih dari 200 peserta. Sungguh suatu hal yang fenomenal untuk suatu acara bedah buku. Hal ini diakui oleh Bapak Candra selaku perwakilan dari KPG sekaligus yang bertindak sebagai moderator acara ini. Saat dibuka sesi tanya jawab oleh moderator, begitu banyak pertanyaan yang dilontarkan para peserta kepada pemateri tersebut. “Terus terang, saya kewalahan menanggapi antusiasme publik Malang terhadap acara ini, apabila tidak terkendala waktu, pasti akan molor acara ini”, ungkap Bapak Candra.
Menurut Elsy, salah seorang yang sengaja datang untuk mengikuti bedah buku ini saat dimintai komentarnya oleh panitia acara, “semakin hebat aja perpus ini, bisa mengadakan acara seperti ini, layak ditunggu gebrakan-gebrakan yang lain, salut untuk perpus!”.
Menurut Nicho, panggilan Nocholas Saputra “Gie di mata saya adalah sosok yang bisa mewakili dan membanggakan jiwa muda,” ungkapnya (Radar Malang, 32 : 19 Desember 2009).

-odn-


Children & Teenagers Book’s Party 2009
 Kantor Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang, Kelompok Agromedia Grup dan Buka Buku Production yang didukung Radar Malang menyelenggarakan even Pesta Buku Anak dan Remaja Cerdas 2009. Dalam pameran kali ini, tema yag diusung adalah Masa Depanku. Pameran ini dibuka antara tanggal 10-20 Desember 2009, dengan didukung beragan acara yang cukup beragan dan menarik.
Berbagai acara penduung tersebut antara lain lomba karaoke anak, talkshow aneka permainan kreatif untuk anak, wokshop ketrampilan menyulam, membongkar rahasia sulap, serta masih banyak lagi agenda acara-acara yang turut memeriahkan pameran ini.
Acara ini bersifat gratis karena bertujuan untuk pengembangan anak, remaja sebagai generasi penerus bangsa yang berkualitas. Dengan deretan pendukung pameran ini dari berbagai penerbit, distributor buku serta toko buku Gramedia menjamin kualitas mutu buku-buku yang dipamerkan, apalagi buku-buku tersebut adalah untuk konsumsi anak-anak dan remaja, sehingga tentunya kualitas buku yang dipamerkan harus benar-benar terjaga.
Dengan jangkauan produk-produk buku untuk anak-anak, remaja dan keluarga dengan diskon khusus serta dengan adanya undian handphone setiap 4 hari sekali selama pameran berlangsung. Sehingga selain mendapatkan buku-buku yang berkualitas juga berkesempatan memperoleh handphone.
Selamat untuk menikmati pameran Pesta Buku Anak dan Remaja Cerdas 2009


Perupa Muda Berjuang Tanpa Nama
 Kumpulan perupa muda terus bermunculan meramaikan komunitas seni Kota Malang. Kobata (Komunitas Bawah Tangga), dengan idealisme yang dimiliknya pada bidang seni. Dalam pameran yang diadakan pertama kalinya ini seakan menunjukkan idealisme yang dimilikinya yang terbingkai dalam originalitas karya-karyanya. Bertempat di Anjungan Ken Arok, 10 – 14 Nopember 2009. Dengan mengangkat slogan "Berjuang Tanpa Tema", tampaknya mereka memiliki pertimbangan bahwa mereka masih ingin membeber apa yang ada. Belum ada aliran khusus dalam pameran ini. Dengan karya yang masih beragam aliran seperti lukisan, potret, patung, instalasi, batik, digital printing dan grafis sejumlah 38 karya seni terangkai rapi. Selamat Menikmati karya perupa-perupa muda penerus bangsa ini.

-odn-


2nd ACADEMIC BOOKFAIR kembali digelar di Perpustakaan Umum Kota Malang
 Pameran dan bursa buku bermutu, bertajuk "2nd ACADEMIC BOOKFAIR' kembali digelar, memanjakan masyarakat kota Malang yang haus akan buku dan bahan pustaka bermutu, dengan harga terjangkau.
Bertempat di seputar Perpustakaan Umum Kota Malang, Jln Besar Ijen, acara ini dibuka mulai tanggal 29 Oktober s/d 3 November 2009, dengan jam buka mulai 08.0 WIB sampai 20.00 WIB.
Bookfair ini digelar dengan kerjasama Perpustakaan Umum Kota Malang, dengan IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) bersama beberapa pendukung acara.
Dalam Bookfair kali ini, yang mengusung jargon "ILMU DAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK MASYARAKAT', prioritas yang disasar adalah kalangan pelajar dan akademisi, meskipun sisi masyarakat umum tetap tidak dikesampingkan. Dengan diikuti kurang lebih 100 penerbit dan toko buku, belum termasuk stand pendukung, diharapkan acara ini mampu memenuhi harapan dan keinginan warga Malang khususnya yang menginginkan media baca, termasuk buku yang berkualitas.
Jangan lewatkan 2nd ACADEMIC BOOKFAIR yang cuma digelar setahun sekali lho...rugi banget...
Ingat, di Perpustakaan Umum Kota Malang, 29 Oktober sampai 3 November 2009.


Akankah nantinya perpustakaan “klasik”tergantikan dengan tekhnologi e-library?
 Ketika rasa tahu kita akan sesuatu bisa diobati dengan satu klik jari lewat “mouse”, lalu bagaimana nasib perpustakaan dengan koleksi bukunya yang memenuhi sudut-sudut ruang baca kini? Apakah era “cyber” yang berbasis “web” telah membunuh segalanya yang bersifat konvensional? Inikah tandanya matinya ilmu perpustakaan “klasik”?
Jaman memang terus berkembang, agar tidak “kedodoran” sebaiknya kita juga mengikuti perkembangannya, tentunya dengan menyaring secara cerdas terhadap kemajuan tersebut, karena seperti yang kta ketahui bersama, berbagai dampak negatif juga ikut menyertainya. Begitu juga dengan perkembangan perpustakaan yang memunculkan teknologi e-library. Perpustakaan elektronik atau e-library bisa berupa apa saja yang bersifat digita dan mudah diakses, seperti CD Room, pita magnetik, video, slide, film, situs web dan masih banyak yang lain dengan berbagai kemudahan yang ditawarkannya. Tetapi apakah dengan berbagai kelebihannya menjadikan kita melupakan perpustakaan yang ada kini.
Jangan pernah untuk meremehkan pengetahuan di balik perpustakaan meskipun semua yang kita mau bisa dengan mudah kita dapatkan lewat internet. Sekalipun kemajuan menjuntang yang ditawarkan oleh internet, sebaiknya kita khususnya generasi muda tidak lantas mengabaikan perpustakaan dengan tumpukan bukunya. Walau e-book (buku elektronik) dapat dengan mudah kita akses, sejauh ini buku masih tetap menjadi media terbaik untuk asah dan asuh otak kita. Membaca buku menjadi opsi pertama dalam proses pembelajaran dan pendidikan ataupun bagi kita yang menyalurkan hobi membaca kita. Dengan membaca buku menumbuhkan kebiasaan, imajinasi dan jangkauan nalar yang tidak bisa didapat dengan mengakses media lain.
Dengan memiliki dasar membaca yang kuat, lebih lengkap rasanya bila kita ikut surfing di internet untuk mendapatkan berbagai informasi dan pengetahuan yang memang disediakan bagi siapapun yang membutuhkannya. Jadi, walaupun dengan adanya perkembangan teknologi yang pesat alangkah bijaknya bila kita tidak lantas melupakan apa yang ada sekarang.


Kenalkan Lukisan dengan Teknik Amerika
 Lukisan Michael Jackson dan Lady Diana dan beragam lukisan lainnya terpampang rapi di area pameran perpustakaan Kota Malang. Lukisan beraliran realis naturalis itu memancarkan kekuatan aura tokoh-tokoh yang dilukis. ”Kami melukis menggunakan teknik para seniman Amerika dan Eropa, ujar Harry Nurdianto ST, pelukis asal Singosari dalam acara pameran di perpustakaan Kota Malang 11 – 18 Oktober 2009.
Terdapat perbedaan mendasar dari cara pelukisan hasil karya lukis tersebut, adalah jika pelukis Amerika kebanyakan mengawali lukisannya dengan warna gelap menuju warna terang, suatu cara yang sangat bertolak belakang dengan kebiasaan para pelukis negeri ini yang melukisnya dari warna terang untuk kemudian diterangkan.
Menarik untuk dicermati dan dinikmati hasil karya pelukis yang satu ini.


-odn-


 
     
     Home | Berita | Kontak
    
     Copyright (C) 2013 Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang
    Jl. Besar Ijen 30A Malang - Jawa Timur - Indonesia